Categories
Tips Perawatan

Perawatan Motor Bekas yang Tidak Ribet

Memilih motor bekas alias mokas ketimbang motor baru memang memiliki tantangannya sendiri. Walaupun secara kondisi sama bagusnya dengan motor baru, tidak bisa dipungkiri bahwa kamu harus melakukan sejumlah perawatan di bengkel sebelum motor bekas siap digunakan untuk mengakomodasi mobilitasmu. Nah, setelah melakukan servis awal setelah membeli kendaraan second ini bukan berarti tugasmu selesai, ya. Layaknya kendaraan bermotor lainnya, kamu wajib merawat tunggangan kesayangan secara rutin atau berkala supaya performanya tetap prima. Apalagi kalau kamu sering menggunakannya untuk jarak menengah hingga jauh, servis motor bekas menjadi satu hal yang tak boleh kamu lewatkan. Jadi, apa saja perawatan rutin motor bekas sederhana yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah sebelum membawanya ke bengkel setiap bulan? Berikut informasinya: 

Rutinlah mengecek kondisi aki 

Namanya motor bekas berarti sudah pernah digunakan oleh pemilik sebelumnya. Dan kamu tidak tahu seberapa tinggi intensitas penggunaan kendaraan tersebut sebelumnya dimana hal ini akan memengaruhi kondisi aki motor bekasmu. Oleh karena itu, kamu harus rajin memeriksa kondisi aki. Jika kamu melihat serbuk putih di kutub baterainya, itu tandanya kekuatan aki melemah sehingga kamu harus segera menggantinya. Untuk perawatan selanjutnya sehubungan dengan kondisi aki ini, kamu perlu mengunjungi bengkel terdekat untuk mendapatkan servis yang diperlukan. Apabila diperlukan penggantian, pastikan kamu menggantinya dengan sparepart asli sesuai dengan merek motor. 

Cek oli secara berkala 

Sama halnya seperti aki, oli juga menjadi satu bagian motor yang harus kamu periksa secara berkala apalagi kalau motormu dalam kondisi bekas. Walaupun saat test drive performanya terasa oke, bukan berarti cairan motor tak perlu dicek bahkan diganti. Kamu tentu saja tidak bisa menanyakan ke pemilik sebelumnya kapan terakhir kali oli motor diganti. Nah, supaya mesin tetap halus dan motor bisa dipakai dengan nyaman, pastikan oli dalam kondisi baik dengan jumlah cukup untuk melumasi mesin. Kedepannya, kamu tetap harus rajin mengganti oli motormu setiap 2000 kilometer penggunaan sehingga penting untuk mencatat meter perjalanan setiap kali mengganti oli. 

Periksa kelistrikan motor 

Motor bekas biasanya berusia setidaknya 2 tahun setelah dirilis oleh produsen. Dalam kurun waktu tersebut, kelistrikan motor bisa saja bermasalah, yang bisa kamu identifikasi dari kinerja lampu, sein, starter otomatis, klakson dan sebagainya. Selama berada di tanganmu, sebaiknya setiap memanaskan mesin sebelum motor digunakan, kamu periksa terlebih dahulu bagian-bagian yang memerlukan listrik sehingga jika ada masalah terkait kelistrikan bisa segera ditangani. Entah kamu perbaiki sendiri atau perlu dibawa ke bengkel. 

Periksa kondisi kampas rem 

Ini merupakan bagian yang seringkali terlupa untuk diperiksa ketika kamu memiliki motor bekas. Hanya karena motor nyaman digunakan dan segala fungsi kelistrikan berjalan dengan baik, bukan berarti rem juga akan pakem saat kamu gunakan. Kesalahan dalam pemeriksaan dan perawatan kampas rem dapat berakibat fatal tak hanya untuk kamu, namun juga pengguna jalan lain, lho. Itulah sebabnya kampas rem harus selalu dicek kondisinya tak peduli seberapa baru kondisi kendaraan roda duamu itu. 

Motor bekas tidak kalah dengan motor baru dalam hal penampilan dan performa. Namun demikian, kamu harus selalu ingat bahwa motor bekas memerlukan perawatan yang lebih teliti supaya kondisinya selalu terjaga dan tentunya aman saat kamu kendarai setiap hari. Jangan lupa untuk melakukan servis rutin di bengkel resmi juga, ya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *